Forest Vocational School of Manokwari 2012
The Big Family Of Forestry (Nobis Placeant Ante Omnia Silvae)
Senin, 30 Maret 2015
Senin, 23 Maret 2015
Kamis, 03 April 2014
Foto MUSDA IKA SKMA REGIONAL JAWA TIMUR
FOTO KEGIATAN MUSDA IKA SKMA REGIONAL JAWA TIMUR TANGGAL 23 MARET 2014
DILAKSANAKAN DI AULA DINAS KEHUTANAN PROVINSI JATIM,
DIHADIRI OLEH ALUMNI SKMA DAN SMK KEHUTANAN SERTA PARA SESEPUH RIMBAWAN DI JAWA TIMUR
Rabu, 12 Juni 2013
Kamis, 06 Juni 2013
WISUDA GABUNGAN SMK KEHUTANAN INDONESIA ANGKATAN II
Sekjen Kementerian Kehutanan Hadi Daryanto (kiri)menyalami pelajar SMK Kehutanan yang telah lulus di Jakarta, Jumat (7/6). Sebanyak 270 siswa SMK Kehutanan dari berbagai daerah dinyatakan lulus dan diharapkan menjadi rimbawan yang mampu menghadapi tantangan yang kompleks di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. ANTARA FOTO/Dhoni Setiawan/Koz/Spt/13.
Zulkifli Hasan diwakili Sekjen Kementerian Kehutanan, Hadi Daryanto mewisuda 270 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kehutanan tahun 2013 di Plaza Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Kehutanan, Jumat (7/6) pagi.
Dalam sambutan yang dibacakan Daryanto, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan wisuda bukanlah akhir dari perjuangan dalam menuntut ilmu maupun pengembangan diri, tetapi merupakan awal dari tahapan perjuangan selanjutnya untuk pengembangan diri ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dunia kerja maupun menuntut ilmu di perguruan tinggi.
Menurut Zulkifli Hasan, pendidikan SMK diselenggarakan dengan tujuan untuk mempersiapkan tenaga menengah yang siap bekerja sebagai tenaga terampil di bidangnya atau mandiri dalam berwirausaha.
“Saya memberikan dukungan sepenuhnya bagi lulusan SMK yang memiliki kemauan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” kata Zulkifli.
Menurut Zulkifli Hasan, kesempatan mendapatkan pendidikan yang baik dan setinggi-tingginya pada hakekatnya adalah hak setiap warga negara Indonesia.
“Pintar, pandai dan cerdas serta berprestasi di sekolah adalah sangat baik sebagai dasar yang akan mengantarkan Saudara pada perjuangan untuk memasuki dunia kerja ataupun untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi,” katanya.
Pada kesempatan itu, Menhut Zulkifli Hasan mengharapkan perguruan tinggi negeri yang memiliki Fakultas Kehutanan seperti Institut Pertanian Bogor, UGM, Universitas Mulawarman, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Hasanuddin, Universitas Pattimura dan Universitas Negeri Papua memberikan peluang bagi bibit unggul rangking I, II dan III dari SMK Kehutanan untuk melanjutkan studi S1 setiap tahunnya. Hal ini penting karena tidak semua harus sekolah di univrsitas-universitas di Pulau Jawa tapi disebar ke daerah agar mengakar dalam sosial budaya asal siswa-siswi berada.
“Dengan demikian, lulusan SMK Kehutanan tahun 2013 tidak akan ada yang menganggur,” katanya.
Selasa, 30 April 2013
ARI LASSO RIMBAWAN SEJATI
Ari Lasso: Saya Rimbawan Sejati
“Saya keluarga Perhutani,” kata Ari
ketika menghibur pada acara Tanam dan Siram Pakde Karwo bersama Rimbawan
di Jatim Expo, Surabaya, Rabu, 10 April lalu. “Saya dulu lahir di KPH
Saradan, kemudian pindah ke KPH Parengan. Pada umur 6 tahun ayah saya
lalu ditugaskan menjadi Adm di IPKJ Gresik. Jadi saya adalah rimbawan
sejati,” ujarnya.
Acara yang merupakan rangkaian dari
peringatan Hari Bhakti Rimbawan tersebut dihadiri sekitar 6000 keluarga
besar rimbawan dari seluruh Jawa Timur, baik yang berasal dari Dinas
Kehutanan, UPT Kementerian Kehutanan, Perum Perhutani dan LMDH. Pada
acara tersebut Ari menyanyikan beberapa lagu berasal dari album-albumnya
seperti Mengejar Matahari, Aku dan Dirimu serta Misteri Illahi.
Konsernya ditutup dengan medley dua buah lagu dari albumnnya ketika
masih bersama Dewa 19 yaitu Kangen dan Kamulah Satu-satunya.
“Lagu ini menggambarkan kerinduan saya pada suasana hutan,” teriaknya sambil mengajak penonton untuk ikut bernyanyRabu, 21 November 2012
TN Teluk Cendrawasih & Whale Shark
Taman Nasional Teluk Cendrawasih adalah sebuah taman nasional perairan laut terluas di Indonesia tempat ini terletak di Papua. Tempat ini diresmikan pada tahun 1993, taman nasional yang terdiri dari daratan , pesisir pantai, pulau-pulau serta terumbu karang ini memiliki luas 1.433.500 ha. Didalamnya terdapat beragam flora dan fauna yang dilindungi.
Taman Nasional Teluk Cendrawasih merupakan surga bagi para tumbuhan dan hewan. Terdapat 36 jenis burung, 196 jenis moluska, 209 jenis ikan serta beberapa penyu yang dilindungi seperti penyu sisik, penyu hijau, penyu belimbing serta penyu sisik semu. Di wilayah perairan ini juga merupakan tempat tinggal yang nyaman bagi paus dan lumba-lumba.
Taman Nasional Teluk Cendrawasih tidak hanya sebagai surga bagi beragam jenis flora dan fauna yang bersemayam di dalamnya. Tetapi juga surga bagi para penikmat wisata bahari dan bawah laut. Beragam objek menarik tersedia di seluruh penjuru Taman Nasional ini. Bila Anda ingin melakukan wisata Bahari, Anda bisa berkunjung ke pulau-pulau yang ada seperti Pulau Nusrowi, Pulau Yoop dan Pulau Mioswaar. Tentunya dengan pesona dan pemandangan laut yang menggoda mata. Tidak hanya itu, Anda juga dapat melihat secara langsung paus dan lumba-lumba di sekitar perairan ini.
Tidak hanya wisata bawah laut, Taman Nasional Teluk Cendrawasih juga terkenal dengan wisata jelajah gua yang ada di Pulau Mioswaar. Gua peninggalan zaman purba ini juga merupakan sumber air panas yang mengandung belerang. Di dalam gua ini pun terdapat kerangka leluhur etnik Wandau yang amat dijaga keberadaannya. Etnis Wandau dipercaya sebagai manusia pertama yang datang ke pulau ini. Hal serupa juga terdapat di Pulau Numfor dimana terdapat tengkorak manusia serta piring antik dan peti berukir yang sangat tinggi nilai sejarah dan budayanya.
Untuk menikmati keindahan yang ada di Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Anda harus melalui Manokwari ataupun Nabire. Dari lokasi tersebut, perjalanan masih sekitar 95 kilometer yang dapat ditempuh dengan kapal motor atau kapal motor tempel. Ada pula kapal perintis Pelni yang biasa singgah ke taman nasional ini, namun hanya muncul setiap satu bulan.
Di Taman Nasional Teluk Cendrawasih memang belum ada fasilitas wisata seperti resort, hotel atau sejenisnya. Namun apabila Anda berniat untuk bermalam di taman nasional ini, Anda dapat menetap di pondok wisata BTNTC di Distrik Rumberpon atau di rumah-rumah penduduk. Tentunya dengan menghubungi pihak BTNTC terlebih dahulu.
Meski terlihat sulit, Taman Nasional Teluk Cendrawasih memiliki aset luar biasa. Mengunjungi Taman Nasional Cendrawasih pun memiliki ketertarikan dan keunikan tersendiri. Anda tidak akan menyesal bila mengunjungi tempat
ini.
Langganan:
Komentar (Atom)



