Sekjen Kementerian Kehutanan Hadi Daryanto (kiri)menyalami pelajar SMK
Kehutanan yang telah lulus di Jakarta, Jumat (7/6). Sebanyak 270 siswa
SMK Kehutanan dari berbagai daerah dinyatakan lulus dan diharapkan
menjadi rimbawan yang mampu menghadapi tantangan yang kompleks di bidang
lingkungan hidup dan kehutanan. ANTARA FOTO/Dhoni Setiawan/Koz/Spt/13.
Zulkifli Hasan diwakili Sekjen Kementerian Kehutanan, Hadi Daryanto
mewisuda 270 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kehutanan tahun
2013 di Plaza Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Kehutanan, Jumat
(7/6) pagi.
Dalam sambutan yang dibacakan Daryanto, Menteri
Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan wisuda bukanlah akhir dari
perjuangan dalam menuntut ilmu maupun pengembangan diri, tetapi
merupakan awal dari tahapan perjuangan selanjutnya untuk pengembangan
diri ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dunia kerja maupun menuntut
ilmu di perguruan tinggi.
Menurut Zulkifli Hasan, pendidikan SMK
diselenggarakan dengan tujuan untuk mempersiapkan tenaga menengah yang
siap bekerja sebagai tenaga terampil di bidangnya atau mandiri dalam
berwirausaha.
“Saya memberikan dukungan sepenuhnya bagi lulusan
SMK yang memiliki kemauan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang
lebih tinggi,” kata Zulkifli.
Menurut Zulkifli Hasan, kesempatan
mendapatkan pendidikan yang baik dan setinggi-tingginya pada hakekatnya
adalah hak setiap warga negara Indonesia.
“Pintar, pandai dan
cerdas serta berprestasi di sekolah adalah sangat baik sebagai dasar
yang akan mengantarkan Saudara pada perjuangan untuk memasuki dunia
kerja ataupun untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi,” katanya.
Pada
kesempatan itu, Menhut Zulkifli Hasan mengharapkan perguruan tinggi
negeri yang memiliki Fakultas Kehutanan seperti Institut Pertanian
Bogor, UGM, Universitas Mulawarman, Universitas Lambung Mangkurat,
Universitas Hasanuddin, Universitas Pattimura dan Universitas Negeri
Papua memberikan peluang bagi bibit unggul rangking I, II dan III dari
SMK Kehutanan untuk melanjutkan studi S1 setiap tahunnya. Hal ini
penting karena tidak semua harus sekolah di univrsitas-universitas di
Pulau Jawa tapi disebar ke daerah agar mengakar dalam sosial budaya asal
siswa-siswi berada.
“Dengan demikian, lulusan SMK Kehutanan tahun 2013 tidak akan ada yang menganggur,” katanya.